{"id":270,"date":"2024-01-30T13:38:24","date_gmt":"2024-01-30T06:38:24","guid":{"rendered":"https:\/\/skrol.id\/blog\/?p=270"},"modified":"2024-02-20T10:39:47","modified_gmt":"2024-02-20T03:39:47","slug":"cara-menjual-barang-dengan-sistem-cod","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/skrol.id\/blog\/cara-menjual-barang-dengan-sistem-cod\/","title":{"rendered":"Cara Menjual Barang dengan Sistem COD"},"content":{"rendered":"<p>Sistem Cash on Delivery (COD) atau bayar ditempat menjadi metode pembelian yang sudah banyak diberlakukan di berbagai marketplace. Sistem ini menawarkan banyak kelebihan bagi para penjual atau seller.<\/p>\n<p>Tak hanya kelebihan, sistem COD juga memiliki risiko yang tinggi bagi penjual, karena mereka harus mengirimkan barang terlebih dahulu tanpa mengetahui apakah pembeli akan membayar atau tidak.<\/p>\n<p>Kami akan memberikan beberapa cara menjual barang dengan sistem COD agar para penjual dapat menghindari berbagai risiko yang tidak diinginkan.<\/p>\n<h3><strong>Cash on Delivery<\/strong><\/h3>\n<p>Sebelum toko online merajalela seperti sekarang, sistem COD sudah sering digunakan. Awalnya, COD merupakan transaksi jual beli, di mana pembeli dan penjual harus bertemu di tempat dan waktu yang sudah disepakati.<\/p>\n<p>Jual beli itu sendiri bisa berawal dari unggahan di sosial media, situs website, atau aplikasi jual beli online seperti Facebook marketplace. Penjual akan membawa barang fisik kepada calon pembeli dan pembeli akan memeriksa barang yang dipesan. Jika barang sudah sesuai, maka pembeli akan membayar sesuai dengan harga yang telah disepakati. Dari sinilah sistem COD bermula.<\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-271 size-full\" src=\"https:\/\/skrol.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Cara-Menjual-Barang-dengan-Sistem-COD-1.png\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" srcset=\"https:\/\/skrol.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Cara-Menjual-Barang-dengan-Sistem-COD-1.png 1280w, https:\/\/skrol.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Cara-Menjual-Barang-dengan-Sistem-COD-1-300x169.png 300w, https:\/\/skrol.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Cara-Menjual-Barang-dengan-Sistem-COD-1-1024x576.png 1024w, https:\/\/skrol.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/Cara-Menjual-Barang-dengan-Sistem-COD-1-768x432.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><\/p>\n<p>Namun saat ini, dalam konsep jual beli online di marketplace, COD tidak lagi diartikan sebagai pertemuan langsung antara penjual dan pembeli, tapi diartikan sebagai metode pembayaran yang memungkinakan pembeli dapat membayar pesanan secara langsung ketika barang sampai.<\/p>\n<p>Sistem COD ini hadir untuk memudahkan transaksi jual beli online, untuk pembeli yang masih belum familiar dengan pembayaran via online seperti transfer bank atau virtual account. Melalui sistem COD, pembeli dapat dengan mudah mendapatkan barang yang diinginkan hanya dengan membayar tunai kepada jasa pengiriman atau kurir.<\/p>\n<h3><strong>Cara Menjual Barang dengan Sistem COD<\/strong><\/h3>\n<p>Sebelum menjual dengan sistem COD, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan. Berikut penjelasannya:<\/p>\n<div class=\"su-note\"  style=\"border-color:#cdd8e5;border-radius:3px;-moz-border-radius:3px;-webkit-border-radius:3px;\"><div class=\"su-note-inner su-u-clearfix su-u-trim\" style=\"background-color:#e7f2ff;border-color:#ffffff;color:#333333;border-radius:3px;-moz-border-radius:3px;-webkit-border-radius:3px;\">\n<p><strong>Produk<\/strong><\/p>\n<p>Klasifikasi produk yang dapat dijual dengan sistem COD ini adalah produk yang telah siap jadi dan bukan barang Pre Order. Selain itu, sangat tidak disarankan untuk menjual produk makanan yang berisiko rusak atau basi selama di perjalanan. Namun, jika ingin menjual produk tersebut, kamu harus menanggung segala risiko yang terjadi, seperti return atau komplain dari pembeli.<\/p>\n<p><strong>Mengaktifkan Fitur COD<\/strong><\/p>\n<p>Bagi penjual toko online atau marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Zalora, atau marketplace lainnya, diharuskan untuk mengaktifkan fitur COD terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan sistem COD bersifat opsional, sehingga penjual dapat mengaktifkan atau menonaktifkan fitur sesuai dengan kebutuhan.<\/p>\n<p><strong>Memilih Jasa Ekspedisi yang Tepat<\/strong><\/p>\n<p>Setelah menentukan produk yang ingin dijual, langkah selanjutnya adalah menentukan jasa ekspedisi yang mendukung bayar di tempat atau COD. Bagi kamu yang berjualan di marketplace online, seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, atau lainnya, biasanya sistem mereka akan langsung memberikan beberapa daftar yang mendukung sistem COD di daerahmu.<\/p>\n<p>Beberapa jasa pengiriman yang sudah mendukung sistem COD:<\/p>\n<ul>\n<li>J&amp;T Express<\/li>\n<li>SPX Standard<\/li>\n<li>AnterAja<\/li>\n<li>IDExpress<\/li>\n<li>SiCepat<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Melakukan Promosi<\/strong><\/p>\n<p>Langkah selanjutnya dalam berjualan dengan sistem COD adalah promosi. Sebenarnya promosi tak hanya untuk produk COD, tapi dapat berlaku untuk seluruh produk yang dijual dengan berbagai metode pembayaran.<\/p>\n<p>Terdapat dua cara untuk melakukan promosi, pertama promosi secara gratis dengan memanfaatkan berbagai sosial media, seperti Instagram atau Facebook. Kedua dengan promosi berbayar, seperti Instagram ads maupun Facebook ads.<\/p>\n<p>Bagi penjual online di marketplace, seperti Shopee maupun Tokopedia, biasanya akan mendapatkan penawaran iklan berbayar untuk melakukan promosi pada marketplace tersebut.<\/p>\n<p><strong>Menyiapkan Customer Service<\/strong><\/p>\n<p>Setelah hal diatas telah dipenuhi, hal terakhir yang harus dilakukan adalah menyiapkan customer service untuk membantu merespon pembeli yang bertanya atau berkonsultasi.<\/div><\/div>\n<h3><strong>Kelebihan Sistem COD Bagi Penjual<\/strong><\/h3>\n<p>Setelah mengetahui cara penjualan sistem COD, kami akan menjelaskan beberapa kelebihan dari sistem ini. Berikut penjelasannya:<\/p>\n<div class=\"su-note\"  style=\"border-color:#dde5dc;border-radius:3px;-moz-border-radius:3px;-webkit-border-radius:3px;\"><div class=\"su-note-inner su-u-clearfix su-u-trim\" style=\"background-color:#f7fff6;border-color:#ffffff;color:#333333;border-radius:3px;-moz-border-radius:3px;-webkit-border-radius:3px;\">\n<p><strong>Meningkatkan Kepercayaan Pembeli<\/strong><\/p>\n<p>Kelebihan utama dari sistem COD ini adalah meningkatkan kepercayaan pembeli kepada penjual. Hal ini dikarenakan pembeli tidak perlu khawatir dengan penipuan ataupun uang hangus jika barang tidak dikirimkan kepada pembeli.<\/p>\n<p><strong>Performa Penjualan Meningkat<\/strong><\/p>\n<p>Calon pembeli biasanya lebih tertarik untuk menggunakan metode pembayaran COD dibandingkan transfer bank. Hal ini tentunya akan menarik lebih banyak calon pembeli di toko kamu dan peningkatan jumlah pembeli di toko kamu akan semakin besar.<\/p>\n<p><strong>Memudahkan Konsumen<\/strong><\/p>\n<p>Sistem Cash on Delivery ini juga memudahkan pembeli yang tidak memiliki akses mobile banking atau kartu kredit. Pembeli hanya perlu menunggu barang sampai dan melakukan pembayaran di tempat. Sistem ini akan memberikan pengalaman belanja yang lebih mudah, nyaman, dan aman.<\/p>\n<p><strong>Mempercepat Proses Pengiriman<\/strong><\/p>\n<p>Menggunakan sistem pembayaran COD dapat mempercepat proses pengiriman pengiriman. Hal ini dikarenakan penjual dapat mengirimkan barang setelah pesanan diterima, karena pembayaran akan langsung dilakukan di tempat. Berbeda dengan metode pembayaran seperti transfer bank atau virtual account, penjual harus menunggu pembayaran terlebih dahulu sebelum barang dikirim dan membuat proses pengiriman menjadi lebih lama.<\/p>\n<p><strong>Adanya Asuransi Pengiriman<\/strong><\/p>\n<p>Beberapa aplikasi marketplace yang telah mendukung jasa kirim COD, akan dilindungi dengan asuransi yang dibayarkan oleh oleh marketplace atau e-Commerce. Jasa kirim akan memberikan garansi 100%, sehingga nominal pengganti akan senilai dengan harga barang.<\/p>\n<p>Adanya asuransi ini akan membuat penjual dan juga pembeli tidak perlu khawatir apabila terjadi kerusakan atau masalah dalam pengiriman barang.<\/div><\/div>\n<h3><strong>Kekurangan Sistem COD Bagi Penjual<\/strong><\/h3>\n<p>Meskipun memiliki banyak kelebihan, sistem COD juga tak dapat terhindar dari berbagai kekurangan. Berikut penjelasannya:<\/p>\n<div class=\"su-note\"  style=\"border-color:#e5dcdd;border-radius:3px;-moz-border-radius:3px;-webkit-border-radius:3px;\"><div class=\"su-note-inner su-u-clearfix su-u-trim\" style=\"background-color:#fff6f7;border-color:#ffffff;color:#333333;border-radius:3px;-moz-border-radius:3px;-webkit-border-radius:3px;\">\n<p><strong>Adanya Risiko Pengembalian Barang<\/strong><\/p>\n<p>Sistem COD memungkinkan pembeli untuk mengembalikan barang apabila produk tidak sesuai dengan deskripsi, terdapat kerusakan, dan berbagai faktor buruk lainnya. Hal ini membuat penjual harus siap rugi uang dan waktu.<\/p>\n<p><strong>Area Jangkauan COD Terbatas<\/strong><\/p>\n<p>Metode COD ini memiliki area jangkauan yang masih terbatas, sehingga tak semua daerah dapat menggunakan metode ini. Sering kali penjual hanya menerapkan metode COD ini hanya di daerah yang sama dengan pembeli.<\/p>\n<p>Hal ini tentunya akan membatasi calon pembeli di luar kota atau di luar pulau untuk membeli produk yang diminati. COD juga tidak mendukung untuk mengirim barang dengan medan lokasi yang sulit ditempuh, hal ini dilakukan agar paket yang dibawa tetap dalam kondisi baik dan terhindar dari kerusakan.<\/p>\n<p><strong>Pengiriman Barang Terbatas<\/strong><\/p>\n<p>Tak hanya area jangkauan, jenis produk yang dapat dikirimkan dengan metode COD ini juga terbatas. Beberapa e-Commerce atau marketplace memiliki aturan yang menyatakan bahwa pesanan dengan harga di bawah Rp50.000 dan di atas Rp5.000.000 tidak dapat dikirimkan dengan sistem COD.<\/p>\n<p><strong>Biaya Pengiriman yang Tinggi<\/strong><\/p>\n<p>Pengiriman barang dengan sistem COD ini memiliki biaya pengiriman yang lebih mahal dibandingkan dengan metode pembayaran yang lain. Hal ini disebabkan karena pengiriman COD memiliki asuransi perjalanan dan kurir juga harus mengambil uang pembayaran di tempat yang berbeda.<\/div><\/div>\n<h3><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h3>\n<p>Berjualan dengan sistem COD menawarkan banyak kelebihan menarik bagi para penjual. Kamu bisa mulai berjualan dengan menentukan produk, memilih ekspedisi, mengaktifkan fitur COD pada e-Commerce, dan menyiapkan customer service.<\/p>\n<p>Meskipun memiliki kelebihan, kamu juga harus siap dalam menerima kekurangan dari sistem ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang baru memulai bisnis online.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sistem Cash on Delivery (COD) atau bayar ditempat menjadi metode pembelian yang sudah banyak diberlakukan di berbagai marketplace. Sistem ini menawarkan banyak kelebihan bagi para penjual atau seller. Tak hanya kelebihan, sistem COD juga memiliki risiko yang tinggi bagi penjual, karena mereka harus mengirimkan barang terlebih dahulu tanpa mengetahui apakah pembeli akan membayar atau tidak. &#8230; <a title=\"Cara Menjual Barang dengan Sistem COD\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/skrol.id\/blog\/cara-menjual-barang-dengan-sistem-cod\/\" aria-label=\"More on Cara Menjual Barang dengan Sistem COD\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":370,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[25],"class_list":["post-270","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-e-commerce-enabler","tag-cara-menjual-barang-dengan-sistem-cod"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/skrol.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/skrol.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/skrol.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skrol.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skrol.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=270"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/skrol.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":273,"href":"https:\/\/skrol.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/270\/revisions\/273"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skrol.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/370"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/skrol.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=270"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/skrol.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=270"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/skrol.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=270"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}