Deskripsi
Perplexity pertama kali diluncurkan pada tahun 2022 oleh 4 orang bernama Andy Konwinski, Denis Yarats, Johnny Ho, dan Aravind Srinivas yang berbasis di San Francisco, California, Amerika Serikat. Pada mulanya, Perplexity dipasarkan sebagai sebuah "answer engine" yang dapat menjawab beragam pertanyaan menggunakan teks prediktif bahasa alami.
Perplexity didasari serta dijalankan dengan model GPT-3.5 OpenAI yang dikombinasikan dengan Large Language Model (LLM) yang menggabungkan kemampuan pemrosesan bahasa alami atau Natural Language Processing (NLP). Perplexity Pro memiliki akses ke GPT-4, Claude 3, Mistral Large, dan Experimental Perplexity Model.
Dengan demikian, Perplexity berarti menggunakan model bahasa canggih untuk menghasilkan teks yang kohesif, relevan, dan berkualitas tinggi. Melalui pemanfaatan Perplexity, pencarian informasi hingga proses penulisan sebuah teks atau konten akan menjadi lebih efisien dan mudah.
Cara kerja Perplexity pun terbilang cukup sederhana. Pengguna dapat langsung memberikan petunjuk atau prompt dan AI akan menghasilkan teks berdasarkan petunjuk tersebut secara instan. Manfaatnya tidak terbatas pada peningkatan efisiensi, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas konten dan kemampuan untuk menghasilkan ide-ide baru.
Perplexity yang mengandalkan NLP dibandingkan keyword juga berarti software ini mampu memproses input pengguna secara lebih efektif dan memberikan hasil pencarian dari sumber-sumber terbaru. Perplexity juga mampu menulis dalam berbagai gaya dan genre dalam berbagai bahasa, mulai dari artikel berita, konten SEO, ringkasan buku, hingga cerita fiksi.
Terhitung 2024, Perplexity dilaporkan telah memiliki 10 juta pengguna aktif bulanan dengan audiens inti yang mayoritas berlokasi di Indonesia, kemudian diikuti oleh India dan Meksiko. Software ini masih aktif dalam pengembangan dan peningkatan hingga sekarang, berkomitmen untuk menjadi salah satu software AI writer terdepan di dunia.
Detail Produk
Biaya Layanan
Reviews
Alternatif Perplexity